Good governance adalah sebuah gaya manajemen yang hanya akan mendapatkan kehormatan, serta hanya akan mampu bertahan hidup di lingkungan high trust. Sebab, dalam lingkungan high trust ada sebuah integritas yang begitu solid untuk mengembangkan semua prinsip good governance secara wajar.
Sudah sangat sering para petinggi korporasi sibuk membicarakan nilai-nilai good governance, dan selalu mengaitkan nilai-nilai good governance dengan the best practices, tapi dalam realitasnya sikap ragu selalu lebih mendominasi pikiran para petinggi korporasi ketimbang sikap tegas dalam implementasi good governance. Segala upaya untuk menjadikan nilai-nilai good governance sebagai cara hidup dalam korporasi yang sehat, pastilah terbentur oleh berbagai alasan yang tidak jelas. Dan akhirnya, good governance hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk berpropaganda, yang tidak menyentuh fondasi korporasi, sehingga niat untuk memanfaatkan nilai-nilai good governance buat membangun korporasi yang sehat dan kuat tidaklah mungkin terwujud..
Ketika para petinggi korporasi lebih suka menjadikan nilai-nilai good governance untuk tujuan propaganda, maka para petinggi korporasi akan lebih sering mengucapkan kehebatan good governance tanpa memahami makna sebenarnya. Hal ini berdampak pada turunnya sikap loyal para karyawan pada atasannya. Sebab, para karyawan akan berpikir bahwa atasannya tidak tulus dan ikhlas dalam melakukan implementasi nilai-nilai good governance di korporasi mereka, dan ini berakibat turunnya kredibilitas pemimpin di hadapan para karyawan.
Para petinggi korporasi harus selalu bercermin pada nilai-nilai good governance dengan cara bertanya pada diri sendiri secara jujur, agar para petinggi korporasi bisa melakukan evaluasi total untuk memperbaiki semua kekurangan sikap dan mental yang ada.
Yang paling penting untuk dipahami oleh para petinggi korporasi adalah tidak menjadikan good governance sebagai berhala yang diagung-agungkan secara berlebihan, tapi tidak diimplementasikan secara jujur dari hati nurani terdalam.
Good governance tidak lebih dari sebuah gaya manajemen yang menawarkan praktik-praktik manajemen yang transparan, jujur, adil, berintegritas pada kebenaran, dan penuh dengan nilai-nilai tanggung jawab yang tinggi. Di mana, good governance hanyalah sebuah solusi dari jutaan solusi lainnya tentang praktik korporasi dan bisnis yang sehat dan jujur. Realitas selalu menunjukkan kepada kita bahwa ada sebagian orang atas nama good governance mempraktikkan bad governance secara tersembunyi. Hal ini artinya mereka menjadikan good governance sebagai bungkus luar dengan hiasan kata - kata bijak yang luar biasa enak untuk didengar, dan isi dalamnya tetaplah praktik manajemen kuno dengan berbagai trik dan gaya dari praktik bad governance.
Hanya dalam lingkungan high trust, budaya good governance dapat berkembang menjadi fundamental korporasi yang kokoh. Untuk itu, shareholder dan manajemen korporasi harus berniat tulus melakukan implementasi nilai - nilai transparan, jujur, terbuka, bertanggungjawab, berintegritas tinggi, dan memiliki nilai positif untuk lingkungan, sosial, dan kemanusiaan secara total.
Di dunia korporasi, ada beribu kepentingan yang saling sikut - menyikut. Di mana, semua kepentingan itu tidak mudah untuk disatukan dalam misi bersama, tetapi dalam high trust management, kultur good governance bisa diandalkan oleh para pemimpin korporasi. Praktik good governace yang bersifat konsisten dan yang berkelanjutan dapat mendukung kekuatan dari lingkungan high trust management.
Perilaku manusia tidaklah statis untuk dapat dikendalikan, sebab manusia itu adalah makhluk kreativitas yang selalu berupaya untuk berkarya lebih dalam hal apa pun, dan untuk itu sudah menjadi naluri dasar manusia dalam menghalalkan segala cara agar dia bisa mencapai hasrat tertingginya. Bukanlah perkara gampang untuk mengendalikan dan menjaga hasrat keinginan seorang pemimpin korporasi untuk mencapai kinerjanya dengan menghalalkan segala cara buat menuju suksesnya, walaupun pemimpin itu sangat menguasai nilai - nilai good governance, tapi belumlah menjadi jaminan bahwa dia akan bersikap dan berprilaku dengan jujur, adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab.
Soal implementasi budaya good governance, memang tidak sulit. Namun yang penting apakah semua hasil implementasi tersebut dihayati, diyakini, dan dipercaya secara tulus oleh para manusia korporasi secara utuh. Apakah mereka semua sudah bisa percaya bahwa dengan anti korupsi, anti rekayasa keuangan, anti menutupi informasi kepada stakeholders, anti melakukan tindakan spekulasi, anti tidak mengukur risiko, anti tidak mengikuti perubahan, dan anti tidak mematuhi hukum, peraturan, dan kaidah - kaidah sosial-lingkungan, lantas mereka sudah bisa menciptakan kinerja bisnis yang optimal? Ambisi, hasrat keinginan, kesenangan, kebebasan, dan harta adalah sebagian dari kepentingan yang bisa menaklukkan konsep good governance.
Bekerja dengan budaya good governance bukanlah perkara gampang dan bisa dilakukan secara instan. Diperlukan sebuah proses panjang agar semua orang bisa menjadikan nilai-nilai good governance sebagai kultur kerja yang andal dan profesional. Semua proses itu harus dimulai dari perubahan mind set yang mengarahkan kehidupan organisasi dan bisnis untuk lebih terikat kepada moral dan etika yang tidak merugikan para stakeholder dan shareholder secara sepihak.
Bekerja dengan kultur good governance diperlukan niat baik dari pihak manajemen untuk menata sistem, prosedur, dan etika kerja yang benar - benar memprioritaskan perilaku sumber daya manusia untuk bekerja secara jujur, transparan, bertanggungjawab, adil, dengan kode etik kerja yang beretika dan bermoral tinggi.
Keandalan dan kenetralan manajemen untuk mengatur setiap kepentingan stakeholders dan shareholder secara adil dan jujur adalah hasil yang harus terlihat nyata dalam praktik dengan kultur good governance.
Implementasi nilai-nilai good governance hanya akan tumbuh subur di lahan high trust management, tanpa lingkungan bisnis high trust, maka semua upaya implementasi nilai-nilai good governance tidak akan memberikan manfaat apa-apa.
Menanam nilai-nilai good governace pada lahan high trust societies pasti akan menghasilkan buah-buah segar dari segala praktik korporasi yang adil dan jujur.
Dalam lingkungan high trust semua kekuatan manusia akan bertindak secara maksimal dengan memompa kualitas diri, agar memiliki integritas, kredibilitas, profesionalisme, etika, dan moral yang super tinggi, untuk dapat menghasilkan kinerja dan prestasi korporasi yang maksimal.

**artikel ini pernah diposting djajendra dalam tag Good Corporate Governance.

Untuk training dan seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com